Lembar Bina Penatua, Pengurus Komisi dan Aktifis

GKI Gunung Sahari IV/ 8

 

GKI dalam Keberagaman Denominasi

 

Pengantar

Dalam kehidupan kita bergereja dan berjemaat acapkali kita diperhadapkan pada pertanyaan-pertanyaan seputar keberagaman denominasi gereja yang ada di sekitar kita. Hal itu dapat dipahami karena memang pada kenyataannya di sekitar kita ada begitu banyak nama gereja (belum termasuk persekutuan-persekutuan doa yang menjamur di banyak tempat), yang memancing banyak orang untuk bertanya (termasuk di dalamnya anggota kita) :"Gereja mana yang paling benar dan gereja mana yang dianggap salah?" atau"bolehkah kita sebagai anggota jemaat di tempat ini, yang seharusnya berkebaktian di tempat ini juga ikut menikmati persekutuan di tempat mereka?"

 

GKI adalah gereja yang terbuka tetapi sekaligus juga berpendirian

Saudara-saudara memperhatikan pertanyaan-pertanyaan seperti itu maka ada beberapa hal yang patut kita pahami bersama:

 

  1. Sebagai gereja reformasi maka GKI adalah gereja yang terbuka, yang menerima kenyataan bahwa ada ajaran atau pemahaman kristen yang lain di luar apa yang dihayatinya. Dan yang dalam prakteknya setiap ajaran Kristen itu kemudian merepresentasikan diri dengan caranya masing-masing - lewat berbagai bentuk peribadatan dan tradisi yang ada.
  2. Dan dalam semangat Oikumenis, GKI tidak membenarkan sikap mempertentangkan keberagaman tersebut serta memberikan penilaian dan penghakiman bahwa gereja-gereja yang berbeda penghayatannya dengan GKI dianggap sebagai yang "sesat", tetapi sebaliknya sebagai perwujud nyataan dari amanat Firman Tuhan bahwa "segala sesuatu dipersatukan di dalam Kristus" (Filipi 2:10-11) maka GKI Mendorong kepada upaya-upaya kesatuan gereja dan kesatuan manusia.
  3. Meskipun demikian sikap tidak mempertentangkan kepelbagaian dan menjaga keesaan bukan berarti kemudian membuat GKI mengabaikan identitasnya. Hal itulah yang membuat GKI sebagai gereja sekalipun bersikap terbuka tetapi senantiasa berupaya bersifat kristis dan selektif. Dan hal itu di wujudkan oleh GKI dalam sikapnya terhadap para pengkotbah yang non GKI. Keterbukaan GKI tidak memberi kesempatan bagi siapapun yang mempunyai pandangan tertutup. Kita sebagai gereja tidak menghendaki jemaat yang kita layani menjadi arena"penghakiman"sepihak dari merekayang bertitik tolak dari ajaran non GKI. Di situlah GKI sebagai gereja mengambil sikap tidak mempertentangkan kepelbagaian tetapi juga tidak mengabaikan identitas.
  4. Dalam semangat yang demikian maka GKI tetap terbuka dalam "kerjasama", sejauh hal itu tidak diformalkan dan di lembagakan - lebih lagi jika demi untuk mencapai kesepakatan idiologi dan dogmatis.
  5. Dengan semua itu GKI sebagai gereja reformasi dalam moto:ekklesia reformata, semper reformandasenantiasa terbuka untuk pembaharuan (diperbaharui dan memperbaharui diri) - namun sekali lagi dengan tidak diombang-ambingkan dari identitasnya.

 

Penutup

Akhirnya selamat memasuki kehidupan bergereja, dan marilah kita dengan setia dan sungguh hati memndedikasikan diri kita kepada Tuhan sang kepala gereja melalui kehidupan dan pelayanan kita di tengah jemaatNya.Dan kita menjadi penata layan Tuhan, dan semakin mencintai gerejaNya.

Download File