"Bagaimana Memahami Kehendak Tuhan ?"

Oleh : Imanuel Kristo

Pendahuluan

Dalam kehidupan kita bergereja dan berjemaat, acapkali kita menemukan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anggota jemaat (atau malah mungkin oleh kita sendiri) yang terkait dengan sikap yang harus diambil jika mereka (atau kita) harus menentukan sikap tertentu dalam kehidupan ini.

  • Seorang anak muda pernah bertanya kepada saya terkait dengan pilihan pekerjaan yang harus dipilihnya.
  • Seorang ibu pernah bertanya kepada saya tentang upaya penyembuhan alternatif bagi anaknya yang sakit lama dan tidak kunjung sembuh.
  • Yang lain lagi bertanya tentang soal makanan-minuman, hari baik-hari buruk, atau tradisi-tradisi tertentu.

 

Pencarian Kehendak Tuhan dalam Kehidupan

Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang dilatar belakangi oleh pergumulan mereka yang menjalaninya terkait dengan pencarian kehendak Tuhan untuk hal-hal yang perlu dilakukan dan dijalaninya.

Memperhatikan hal itu maka menjadi nyata bahwa soal memahami kehendak Tuhan adalah:

  • Soal yang menyangkut kehidupan keseharian kita, itu artinya adalah: bahwa soal mencari dan berusaha memahami kehendak Tuhan adalah soal yang terus menerus akan kita alami dari waktu ke waktu dan dari hari ke hari sesuai dengan pengalaman yang kita jalani. Yang melaluinya kita akan terus menerus menguji setiap pilihan dan keputusan kita apakah memang sesuai dengan kehendak Tuhan dan berasal dari Tuhan atau tidak. Firman Tuhan sendiri menuliskan :"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan kristus, carilah perkara yang di atas, dimana kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi"(Kolose 3:1-2)

 

  • Mereka yang berusaha untuk menemukan kehendak Tuhan dalam setiap kehidupan yang dijalaninya adalah mereka yang bersungguh-sungguh dengan imannya. Begitu bersungguh-sungguhnya, sehingga tidak jarang memunculkan banyak tanya ketika keyakinan iman diperhadapkan dengan kenyataan yang dijumpai dalam pengikutannya. Karena memang beriman bukan berarti tidak boleh bertanya, tetapi sebaliknya justru karena dia bersungguh-sungguh dengan imannya maka dia akan terus menerus bertanya dan bertanya. Dan hanya mereka yang bertanya sajalah yang pada akhirnya akan menemukan jawaban.

Firman Tuhan menuliskan:"….mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu"(Lukas 11:9)

 

  • Soal memahami kehendak Tuhan itu adalah soal kedekatan kita dengan Tuhan. Oleh karenanya memahami kehendak Tuhan adalah soal yang'gampang-gampang - susah', artinya:gampangjika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan tetapi akan menjadisusahjika kita tidak memiliki relasi yang baik dengan Tuhan. Saya beri contoh untuk bagian ini:
    • Jika saya mempunyai hubungan baik dengan seseorang maka ketika yang bersangkutan berada di luar kota dan kemudian berkirim surat kepada saya maka tulisan tangannyapun saya hafal - sekalipun dia tidak mencantumkan nama dan alamatnya.
    • Jika saya mempunyai relasi yang baik dengan seseorang maka ketika saya berada di dalam ruangan dan dia berjalan di luar ruangan - langkah kakinya-pun kita mengenalinya.

 

Dan kedekatan dengan Tuhan itu tidak mungkin dapat dengan tiba-tiba kita nikmati tanpa sebuah proses yang harus kita jalani. Kedekatan dengan Tuhan senantiasa membutuhkan waktu, relasi dengan Tuhan itu harus dibangun melalui doa, pembacaan Firman dan persekutuan.

 

  • Pencarian akan kehendak Tuhan juga bisa kita dapatkan melalui buahnya, yaitu buah yang kita hasilkan dan rasakan pada saat dan selama upaya pencarian yang kita lakukan itu berjalan. Jika dari pohonnya saja kita akan kesulitan, karena pada kenyataannya lalang bisa tumbuh bersama-sama dengan gandum, tetapi dari buahnya kita dapat menemukan mana yang lalang dan mana yang gandum. Melalui buahnya kita dapat membedakan bahwa "yang ini" adalah benar kehendak Tuhan dan "yang itu" bukan kehendak Tuhan. Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya, buah yang bagaimana ? Jawabnya adalah sebagaimana yang dicatatkan oleh Rasul Paulus dalam Galatia 5:22-23. Jika dalam upaya pengambilan keputusan dan pelaksanaannya kita mengalami apa yang disuratkan oleh Rasul Paulus sebagai buah Roh maka yakinlah bahwa apa yang kita ambil sudah tepat, tetapi jika yang sebaliknya yang terjadi maka kita harus berani untuk tidak meneruskannya, karena bukan tidak mungkin hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

Akhirnya marilah kita terus mencari kehendak Tuhan dalam kehidupan yang kita jalani, sehingga kian hari kita boleh kian pantas menjalani kehidupan ini, semakin hari kita semakin mencerminkan Kristus di dalam hidup kita. Dan hidup yang kita jalani boleh menjadi kehidupan yang menghadirkan berkat bagi sebanyak mungkin orang.

Selamat mencari kehendak Tuhan dan selamat menemukannya.

Download File