"Doa orang yang benar bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya"
(Yakobus 5:16b)

Makna Doa Kita

Dunia kita saat ini adalah dunia yang semakin sulit dan menakutkan, dimana-mana kita mendengar bencana dan kejahatan. Dibanyak tempat kita menjumpai kesulitan dan penderitaan, dan dalam situasi yang demikian acapkali kekuatan dan kemampuan kita tampak sangat tidak sebanding dengan semua yang harus kita hadapi tersebut.

Namun di atas semua itu kita masih bersyukur karena kita masih bisa berdoa…..ya berdoa. Dengan berdoa kita belajar untuk menjadi beriman, mempercayakan segala yang tampak berat itu kepada sang khalik.

Seorang penulis spiritual bernama Julian dari Norwich menyimpulkan sebuah pemikiran yang indah tentang doa, dia katakan:"Jika jiwa kita diombang-ambingkan oleh prahara, diganggu dan disayat kecemasan maka itulah saatnya bagi kita untuk berdoa. Dengan berdoa jiwa kita berkesempatan untuk mendengarkan Allah".

Tetapi dengan berdoa kita juga belajar melatih simpati dan empati kita bersama dengan sesama yang mengalami pergumulan dan kesulitan. Dengan berdoa kita melakukan pekerjaan-pekerjaan mulia, hidup penuh dengan dedikasi, serta memikul salib bagi sesama yang kita doakan.

Dengan demikian, doa selalu mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi vertical dan horizontal. Dalam hubungan kita dengan Tuhan tetapi juga dalam relasi kita dengan sesama. Wujud kebergantungan kita kepada Tuhan - tetapi juga bentuk simpati dan empati kita dengan sesama manusia, sebagai sesama peziarah di dunia ini. Dan semua itu di wujudkan dalam doa-doa syafaat yang kita panjatkan.

Oleh karena itu tidak lah berlebihan jika doa juga sepatutnya menjadi gaya hidup atau spiritualitas dasar dari kehidupan kita.Anthony de Mello, dalam tulisannya mengatakan:

"Sekalipun kita sudah maju dalam doa dan kontemplasi, dan sesuci apapun diri kita, doa (Mello menambah dengan permohonan) merupakan tugas yang melekat pada diri kita"

Jaminan Doa

Dalam Alkitab ada cukup banyak ayat yang di dalamnya memancing kita untuk memahami bahwa setiap doa yang kita naikkan akan dengan segera di kabulkan pemenuhannya oleh Tuhan. Injil Yohanes 14, dalam kalimat-kalimat yang di ucapkan Yesus, Yesus berkata:

"…dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa di permuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu. Aku akan melakukannya".(Yohanes 14:13-14)

Melalui kalimat Yesus yang demikian kita merasa bahwa apapun doa kita, dan apapun permohonan kita maka kita mendapatkangarantiebahwa semuanya itu akan dipenuhi (sesuai dengan keinginan kita).

Namun pertanyaannya kemudian adalah:Apakah benar demikian?

Jika pertanyaan itu di tanyakan kepada saya, maka saya akan balik bertanya: Apakah jika seluruh doa kita dikabulkan sebagaimana permohonan kita, maka Sang Bapa di permuliakan di dalamnya ? atau jangan-jangan malah sebaliknya, pemenuhan permintaan kita secara utuh justru malah membuat Sang Bapa diabaikan kemuliaanNya. Karena bukan tidak mungkin, dengan dipenuhinya dan di kabulkannya seluruh permintaan kita malah menjadikan diri kita menjadi sombong, kita merasa lebih dari pada orang lain (kita merasa lebih rohani dan lebih dekat dengan Tuhan). Jika itu yang terjadi maka dapat di pastikan apa yang kita lakukan tidak memuliakan Sang Bapa dan Sang Anak.

Oleh karena itu maka ketika berdoa, Yesus senantiasa mengajarkan kita untuk menyerahkan semuanya kepada Bapa. Biarlah kehendak Bapa yang jadi di atas seluruh kehendak kita. Doa dalam pemahaman yang demikianlah yang Yesus kehendaki untuk kita lakukan. Dan itulahdoa yang benar, yang sepenuhnya kita percayakan kepada Allah, apapun jawabannya.

Pertanyaannya lagi adalah : Apakah itu yang di maksud dengan"doa orang yang benar". Pertama-tama saya mau mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada orang yang sepenuhnya benar - yang ada adalah orang yang di benarkan. Dan kita (saudara dan saya) adalah orang-orang yang di benarkan, atau yang lebih tepat adalah orang-orang yang di tebus dan di jadikan benar melalui pengakuan dan penerimaan kita akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Jika demikian maka benar-nya kita itu bukan karena benar pada dirinya sendiri, tetapi benar karena anugerah dan kasih karunia. Dan sebagai orang yang di benarkan di dalam kasih karunia maka sudah sepatutnya kita mencari kehendak dari pemberi kebenaran itu untuk kita berlakukan dalam hidup kita. Termasuk di dalamnya soal doa, kita mencari kehendak Tuhan dalam doa-doa yang kita naikkan. Dan hanya dengan cara itulah kita dapat merasakan dan mengalami kuasa doa kita.

Jadi doa orang yang benar di sini adalah doa dari mereka yang memahami apa artinya dan bagaimana seharusnya berdoa sebagai orang-orang yang sudah mendapatkan kasih karunia Tuhan di dalam hidupnya. Dan kuasa doa yang dinaikkan dengan pemahaman tersebut akan di rasakan langsung oleh mereka yang berdoa tetapi juga akan menjadi berkat bagi mereka yang di doakan - karena di dalam doa tersebut ada sikap beriman, berserah dan percaya bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik di atas semua doa dan permohonan yang kita naikkan.

Doa Seorang Serdadu

Berikut ini, adalah sebuah rumusan doa yang di temukan di saku seorang serdadu yang meninggal, yang kemudian di sitir oleh Bruno Hagspiel

Aku memohonkan kesehatan agar aku dapat mencapai prestasi, tetapi Tuhan memberiku kelemahan agar aku menurut.
Aku memohonkan kekayaan agar aku merasakan kebahagiaan, tetapi Tuhan memberikan aku kemiskinan agar aku menjadi bijaksana.
Aku memohonkan kekuatan untuk dapat melakukan hal-hal besar, tetapi Tuhan memberikan kerentanan agar aku dapat melakukan hal-hal yang lebih baik.
Aku memohonklan kekuasaan agar aku mendapatkan pujian dari banyak orang, tetapi Tuhan memberiku kelemahan agar aku dapat merasakan perasaan butuh Tuhan.
Aku memohonkan segala hal agar aku dapat menikmati hidup, namun Tuhan memberiku kehidupan agar aku dapat mnikmati banyak hal.
Dan aku tidak menerima apapun yang aku mohonkan, tetapi aku mendapat lebih dari apa yang aku harapkan.
Doa-doaku di jawab, dan aku menjadi orang yang paling diberkati.

Reinhold Neibuhr pernah mengajarkan rumusan yang indah terkait dengan doa, demikian :"Tuhan mampukan aku mengubah apa yang dapat aku ubah, menerima apa yang tidak dapat aku ubah dan kebijakan untuk dapat mengetahui perbedaan di antara keduanya".

Akhirnya: "Keheningan menghasilkan doa, doa menghasilkan iman, iman menghasilkan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatan kasih"

Selamat bertekun di dalam doa - Tuhan memberkati.

Download File