PENGAKUAN IMAN

  1. GKI mengaku imannya bahwa Yesus Kristus adalah:
    1. Tuhan dan Juru Selamat dunia, Sumber kebenaran dan hidup.
    2. Kepala Gereja, yang mendirikan gereja dan yang memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misinya.
  2. GKI mengaku imannya bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.
  3. GKI, dalam persekutuan dengan Gereja Tuhan Yesus Kristus di segala abad dan tempat, menerima Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius.
  4. GKI, dalam ikatan dengan tradisi Reformasi, menerima Katekismus Heidelberg sebagai kekayaan warisan historis untuk memberikan kepada GKI Gunsa ciri Reformasi , dan secara khusus Reformasi Calvinis.
  5. GKI, dalam persekutuan dengan gereja-gereja di Indonesia, menerima Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK) dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Gereja & Misinya

  1. Secara universal, gereja bersumber pada Allah yang menyelamatkan melalui karya-Nya di dalam dan sepanjang sejarah. Karya penyelamatan Allah -yang mencapai puncaknya dalam Tuhan Yesus Kristus- dilakukan secara menyeluruh dan meliputi segala sesuatu menuju pemenuhan Kerajaan Allah. Melalui perjanjian-Nya, Allah menghimpun umat pilihan-Nya yang dimulai dari umat Israel dan dilanjutkan dengan umat Allah yang baru dalam Tuhan Yesus Kristus melalui kuasa Roh Kudus, yaitu gereja.

    Sebagai umat baru, gereja itu esa. Keesaan gereja itu adalah keesaan dalam kepelbagaian. Dengan demikian, gereja adalah persekutuan yang esa dari orang-orang beriman kepada Yesus Kristus -Tuhan dan Juru Selamat dunia- yang dengan kuasa Roh Kudus dipanggil dan diutus Allah untuk berperanserta dalam mengerjakan misi Allah, yaitu karya penyelamatan Allah di dunia

  2. Dalam rangka berperan serta mengerjakan misi Allah, gereja melaksanakan misinya, baik dengan mewujudkan persekutuan dengan Allah dan sesama secara terus-menerus berdasarkan kasih, maupun dalam bentuk kesaksian dan pelayanan. Misi gereja itu dilaksanakan oleh seluruh anggota gereja dalam konteks masyarakat, bangsa, dan negara di mana gereja ditempatkan. Anggota gereja berperan secara hakiki sesuai dengan panggilan Allah dan karunia Roh Kudus.
  3. Secara khusus, GKI di samping memahami dirinya sebagai bagian dari gereja Tuhan Yesus Kristus Yang Esa, juga memahami dirinya sebagai bagian dari gereja-gereja di Indonesia, dan bagian dari masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Sebagai gereja di Indonesia, GKI mengakui bahwa gereja dan negara memiliki kewenangan masing-masing yang tidak boleh dicampuri oleh yang lain, namun keduanya adalah mitra sejajar yang saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling membantu. GKI membuka diri untuk bekerja sama dan berdialog dengan gereja-gereja lain, pemerintah, serta kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat, guna mengusahakan kesejahteraan, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kepemimpinan Gereja

  1. GKI Gunung Sahari dipimpin oleh Majelis Jemaat yang anggotanya terdiri dari Penatua dan Pendeta.
  2. Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) adalah sarana bagi Majelis Jemaat untuk mengambil keputusan.
  3. Sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang ada, Majelis Jemaat dapat membentuk badan pelayanan yang diangkat oleh dan bertanggung-jawab kepada lembaga yang mengangkatnya.
  4. Masa pelayanan Penatua adalah 3 tahun, dan jika sangat dibutuhkan seorang Penatua dapat dipilih dan diteguhkan kembali untuk 1 kali masa pelayanan. Sesudah itu ia tidak dapat dipilih dan diteguhkan kembali untuk waktu sekurang-kurangnya 1 tahun.